MENGGALI BERITA DAN WAWANCARA

PERENCANAAN MENGGALI BERITA DAN TEKNIK  WAWANCARA.


PERENCANAAN MENGGALI BERITA

Pengertian Berita.

Berita adalah informasi baru atau informasi mengenai sesuatu yang sedang terjadi, disajikan lewat bentuk cetak, siaran, internet, atau dari mulut ke mulut kepada orang ketiga atau orang banyak. Laporan berita merupakan tugas profesi wartawan, saat berita dilaporkan oleh wartawan laporan tersebut menjadi fakta / ide terkini yang dipilih secara sengaja oleh redaksi pemberitaan / media untuk disiarkan dengan anggapan bahwa berita yang terpilih dapat menarik khalayak banyak karena mengandung unsur-unsur berita. Berita merupakan sebuah laporan tentang suatu peristiwa, kecenderungan, opini, situasi, kondisi yang sangat cepat disampaikan melalui media yang mengandung hal yang menarik dan penting bagi masyarakat.



Berikut beberapa perencanaan untuk mencari sebuah berita.

Pertama, observasi (observation): pengamatan realitas oleh jurnalis baik secara langsung (participant observation) maupun tidak langsung (non participant observation).

Kedua, wawancara (interview): tanya jawab baik lisan maupun tulisan antara jurnalis (interviewer/information hunter) dengan nara sumber (interviewee/information supplier). Wawancara sendiri terbagi dalam beberapa jenis diantaranya: Personal interview, Casual interview, Telephone interview, dan lain-lain.

Ketiga, cover up: sejenis wawancara juga. Tetapi lebih dimaksudkan untuk menyusun suatu laporan. Serta dilengkapi dengan dampak dan pengaruh yang mungkin timbul dari suatu masalah yang menyangkut kepentingan masyarakat.

Keempat, press release: siaran pers yang dikeluarkan oleh suatu organisasi secara tertulis untuk jurnalis. Tetapi tidak ada tanya jawab bila informasi itu dirasa kurang lengkap. Inilah yang membedakannya dengan konferensi pers (press conference) (Basuki, 1983).



Teknik Wawancara Jurnalistik

Wawancara adalah tanya jAwab untuk memperoleh informasi atau keterangan akan suatu hal. Dan wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang diperoleh secara langsung antara pewawancara dengan narasumber.Sebagai sebuah data, informasi yang diperoleh dari hasil wawancara harus diubah menjadi laporan tertulis.Laporan tertulis hasil wawancara berupa laporan tulisan jurnalistik (berita) atau data dalam bentuk ringkasan.

Teknik-Teknik Wawancara

Para praktisi jurnalisme (wartawan) umumnya sependapat, tidak ada kiat mutlak wawancara jurnalistik.  Setiap wartawan emiliki trik atau cara tersendiri guna menemui dan memancing narasumber untuk berbicara.

·Namun demikian, secara umum teknik wawancara meliputi tiga tahap, yaitu:

1.Persiapan

Menentukan topik atau masalah, Memahami masalah yang ditanyakan – wawancara yang baik tidak berangkat dengan kepala kosong, Menyiapkan pertanyaan, Menentukan narasumber, Membuat janji –menghubungi narasumber atau “mengintai” narasumber agar bisa ditemui

2.Pelaksanaan

-Datang tepat waktu –jika ada kesepakatan dengan narasumber,

-Perhatikan penampilan –sopan, rapi, atau sesuaikan dengan suasana.

-Kenalkan diri –jika perlu tunjukkan ID/Press Card.

-Kemukakan maksud kedatangan –sekadar “basa-basi” dan menciptakan keakraban.

- Awali dengan menanyakan biodata narasumber, terutama nama (nama lengkap dan nama panggilan jika ada). Bila perlu, minta narasumber menuliskan namanya  sendiri agar tidak terjadi kesalahan.

-Pertanyaan  tidak   bersifat   “interogatif “ atau terkesan memojokkan.

-Catat! Jangan terlalu mengandalkan recorder.

-Ajukan pertanyaan secara ringkas.

- Hindari pertanyaan “yes-no question” –pertanyaan yang hanya butuh jawaban “ya” dan “tidak”.Gunakan “mengapa” (why), bukan “apakah” (do you/are you). Jawaban atas pertanyaan “Mengapa Anda mundur?” tentu akan lebih panjang ketimbang pertanyaan “Apakah Anda mundur?”.

- Hindari pertanyaan ganda! Satu pertanyaan buat satu masalah.

-Jadilah pendengar yang baik.Ingat, tugas wartawan menggali informasi, bukan “menggurui” narasumber, apalagi ingin “unjuk gigi” ingin terkesan lebih pintar atau lebih paham dari narasumber.


3.Pasca-Wawancara

Menyusun Rangkuman Hasil Wawancara
Rangkuman adalah penyajian singkat dari suatu pembicaraan atau tulisan. Adapaun langkah-langkah untuk membuat rangkuman hasil wawancara, antara lain:

1.Menyimak seluruh pembicaraan dalam wawancara

2.Mencatat pokok-pokok pembicaraan

3.Merangkaikan pokok-pokok pembicaraan ke dalam beberapa paragraph dengan memerhatikan keefektifan kalimat-kalimatnya.

Komentar