MENGGALI BERITA DAN WAWANCARA
Teknik Wawancara Jurnalistik
Wawancara adalah tanya jAwab untuk memperoleh informasi atau keterangan akan suatu hal. Dan wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang diperoleh secara langsung antara pewawancara dengan narasumber.Sebagai sebuah data, informasi yang diperoleh dari hasil wawancara harus diubah menjadi laporan tertulis.Laporan tertulis hasil wawancara berupa laporan tulisan jurnalistik (berita) atau data dalam bentuk ringkasan.
Teknik-Teknik Wawancara
Para praktisi jurnalisme (wartawan) umumnya sependapat, tidak ada kiat mutlak wawancara jurnalistik. Setiap wartawan emiliki trik atau cara tersendiri guna menemui dan memancing narasumber untuk berbicara.
·Namun demikian, secara umum teknik wawancara meliputi tiga tahap, yaitu:
1.Persiapan
Menentukan topik atau masalah, Memahami masalah yang ditanyakan – wawancara yang baik tidak berangkat dengan kepala kosong, Menyiapkan pertanyaan, Menentukan narasumber, Membuat janji –menghubungi narasumber atau “mengintai” narasumber agar bisa ditemui
2.Pelaksanaan
-Datang tepat waktu –jika ada kesepakatan dengan narasumber,
-Perhatikan penampilan –sopan, rapi, atau sesuaikan dengan suasana.
-Kenalkan diri –jika perlu tunjukkan ID/Press Card.
-Kemukakan maksud kedatangan –sekadar “basa-basi” dan menciptakan keakraban.
- Awali dengan menanyakan biodata narasumber, terutama nama (nama lengkap dan nama panggilan jika ada). Bila perlu, minta narasumber menuliskan namanya sendiri agar tidak terjadi kesalahan.
-Pertanyaan tidak bersifat “interogatif “ atau terkesan memojokkan.
-Catat! Jangan terlalu mengandalkan recorder.
-Ajukan pertanyaan secara ringkas.
- Hindari pertanyaan “yes-no question” –pertanyaan yang hanya butuh jawaban “ya” dan “tidak”.Gunakan “mengapa” (why), bukan “apakah” (do you/are you). Jawaban atas pertanyaan “Mengapa Anda mundur?” tentu akan lebih panjang ketimbang pertanyaan “Apakah Anda mundur?”.
- Hindari pertanyaan ganda! Satu pertanyaan buat satu masalah.
-Jadilah pendengar yang baik.Ingat, tugas wartawan menggali informasi, bukan “menggurui” narasumber, apalagi ingin “unjuk gigi” ingin terkesan lebih pintar atau lebih paham dari narasumber.
3.Pasca-Wawancara
Menyusun Rangkuman Hasil Wawancara
Rangkuman adalah penyajian singkat dari suatu pembicaraan atau tulisan. Adapaun langkah-langkah untuk membuat rangkuman hasil wawancara, antara lain:
1.Menyimak seluruh pembicaraan dalam wawancara
2.Mencatat pokok-pokok pembicaraan
3.Merangkaikan pokok-pokok pembicaraan ke dalam beberapa paragraph dengan memerhatikan keefektifan kalimat-kalimatnya.
Komentar
Posting Komentar